Author : Nab
Happy Reading...
Aku sedang duduk didepan laptop
yang menyala. Hanya meletakkan tanganku diatas keyboard tanpa minat. Sejenak
kemudian, aku menggeram kesal. Aku frustasi , sejak sejam yang lalu, aku hanya
duduk tanpa hasil. Lembar pertama Microsoft.
Word masih kosong. Deadline cerpenku sangat banyak dan aku tidak memiliki ide.
Ulangtahun sekolah tercintaku menjadi event penting untuk mendukung eksistensi
seorang Raini yang mungkin hanya dikenal oleh tiga persen dari semua warga
sekolah, yaitu teman sekelasku sendiri.. oh maaf, aku terbawa suasana hatiku
yang merasa tersisih , dan ini sama sekali bukan kontes dangdut, hanya karna
aku tersisih. Entah apa yang akan terjadi jika aku menyanyi dengan suara
anugrah Tuhan yang limited ini. Yang bisa kupastikan hanya aku
yang akan kehilangan muka, karena mukaku lari dari kenyataan, bahwa suara
seorang Raini tak sebagus penyanyi amatiran ditrotoar jalan alias pengamen.
Oke, kita akan membahas tentang diriku di episode selanjutnya, karena ini harus
segera selesai. Cerpenku mblooooo!!!!!!
Karena merasa telah mencapai titik jenuh
penghabisan, diriku memutuskan untuk membuka akun facebook milikku yang menjadi
tempat curahan hati seorang Raini, bukan curahan hati seorang istri. Ooooo… sinetron
sekaleee. Okay aku still enambelas
tahun, dan aku belum menjadi istri siapapun, dan untuk sekedar pemberitahuan,
yang berminat silakan hubungi nomor yang tertera diayar. Oh oke oke.. saya sudah didemo oleh para
pembaca yang menuntut kelanjutan cerita absurd ini. Back to the story….
Sebuah ide muncul diotakku. Aku
mengetik., eemm, sebut saja “Mawar” dikolom pencarian. Maaf aku tidak bisa
menyebut merk. Karena ini menyangkut loyalitasku sebagai seorang fans Mawar.
Mawar adalah penulis yang sejak lama kuikuti perkembangannya. Aku memutuskan
untuk meminta saran Mawar untuk cerpenku kali ini.
“Kak, mau tanya.. gimana sih cara
buat bikin cerita yang baik? Terlepas dari semua genre pokoknya. Bingung mau
buat cerpen buat event sekolah. Mohon sarannya.. terimakasih. “
Lalu kuklik send.. sambil berdoa
agar Mawar membalas pesanku.
1 menit kemudian..
3o menit kemudian..oke.. aku akan
tidur, karena menunggu membuat jamur
tumbuh dan berkembang ditubuhku. Aku akan memikirkan ide cerita sambil
tidur.
2 jam kemudian…..
Dengan nyawa yang belum terkumpul
sempurna, aku berjalan menuju kamar mandi karena alam merindukanku..
PINGPONG!!!!
Dering notifikasi dari ponselku
yang tergeletak tak berdaya di nakas
membuatku melek dan segera menghampiri ponsel kesayanganku.
“Mawar membalas pesan anda”
Empat kata, delapan suku kata,
dalam satu kalimat itu membuatku senang , terbang keatap, dan berakhir di perut
bumi. Maaf yang dua terakhir tidak terjadi, hanya saja aku amat sangat senang
sekali.. aku membuka notifikasi itu, dan JENG JENG….
“ Emangnya cerita yang baik itu
gimana? Yang menilai suatu karya kan pembaca, penulis cuma mengisahkan. Dan
setiap pembaca pun punya cerita yang baik menurut versi mereka sendiri. Jadi
gimana bisa kamu belum nulis udah tau cerita itu baik atau enggak? Belum ada
yang bisa dinilai kan? Tulis apa yang kamu suka, kalau ada hal hal yang ngga
kamu suka yang kamu temukan dalam membaca suatu karya, pastikan hal itu ngga
muncul di tulisan kamu. Saat menulis, visualisasikan seolah olah adegan yang kamu buat ada didepan
mata kamu, jangan cuma membayangkan. Mulai dari kisah sederhana, sampai kisah
paling klise sekalipun. Semoga membantu”
Aku menatap layar ponsel tanpa
kedip.. Hei hei, itu tadi si Mawar ngatain diawal ngga sih? Diriku terluka
looo. Tapi kebawahnya bikin otak seakan disinari lampu pangeran Inggris yang tahan
limabelas tahun.. gilaaaaa… Siap perang diriku Makk!!!!!!
Tidak ada komentar: