MIA 3

welcome to our blog

We are Expose

Posts

Comments

The Team

Blog Journalist

Connect With Us

Join To Connect With Us

Portfolio

    Posted by: Unknown Posted date: 23.33 / comment : 0

    Author : Nab
    Happy Reading...


    Aku sedang duduk didepan laptop yang menyala. Hanya meletakkan tanganku diatas keyboard tanpa minat. Sejenak kemudian, aku menggeram kesal. Aku frustasi , sejak sejam yang lalu, aku hanya duduk tanpa hasil. Lembar pertama  Microsoft. Word masih kosong. Deadline cerpenku sangat banyak dan aku tidak memiliki ide. Ulangtahun sekolah tercintaku menjadi event penting untuk mendukung eksistensi seorang Raini yang mungkin hanya dikenal oleh tiga persen dari semua warga sekolah, yaitu teman sekelasku sendiri.. oh maaf, aku terbawa suasana hatiku yang merasa tersisih , dan ini sama sekali bukan kontes dangdut, hanya karna aku tersisih. Entah apa yang akan terjadi jika aku menyanyi dengan suara anugrah Tuhan yang limited ini. Yang bisa kupastikan  hanya  aku yang akan kehilangan muka, karena mukaku lari dari kenyataan, bahwa suara seorang Raini tak sebagus penyanyi amatiran ditrotoar jalan alias pengamen. Oke, kita akan membahas tentang diriku di episode selanjutnya, karena ini harus segera selesai. Cerpenku mblooooo!!!!!! 
    Karena merasa telah mencapai titik jenuh penghabisan, diriku memutuskan untuk membuka akun facebook milikku yang menjadi tempat curahan hati seorang Raini, bukan curahan hati seorang istri. Ooooo… sinetron sekaleee. Okay  aku still enambelas tahun, dan aku belum menjadi istri siapapun, dan untuk sekedar pemberitahuan, yang berminat silakan hubungi nomor yang tertera diayar.  Oh oke oke.. saya sudah didemo oleh para pembaca yang menuntut kelanjutan cerita absurd ini. Back to the story….
    Sebuah ide muncul diotakku. Aku mengetik., eemm, sebut saja “Mawar” dikolom pencarian. Maaf aku tidak bisa menyebut merk. Karena ini menyangkut loyalitasku sebagai seorang fans Mawar. Mawar adalah penulis yang sejak lama kuikuti perkembangannya. Aku memutuskan untuk meminta saran Mawar untuk cerpenku kali ini.
    “Kak, mau tanya.. gimana sih cara buat bikin cerita yang baik? Terlepas dari semua genre pokoknya. Bingung mau buat cerpen buat event sekolah. Mohon sarannya.. terimakasih. “
    Lalu kuklik send.. sambil berdoa agar Mawar membalas pesanku.
    1 menit kemudian..
    3o menit kemudian..oke.. aku akan tidur, karena menunggu membuat jamur  tumbuh dan berkembang ditubuhku. Aku akan memikirkan ide cerita sambil tidur.
    2 jam kemudian…..
    Dengan nyawa yang belum terkumpul sempurna, aku berjalan menuju kamar mandi karena alam merindukanku..
    PINGPONG!!!!
    Dering notifikasi dari ponselku yang tergeletak  tak berdaya di nakas membuatku melek dan segera menghampiri ponsel kesayanganku.
    “Mawar membalas pesan anda”
    Empat kata, delapan suku kata, dalam satu kalimat itu membuatku senang , terbang keatap, dan berakhir di perut bumi. Maaf yang dua terakhir tidak terjadi, hanya saja aku amat sangat senang sekali.. aku membuka notifikasi itu, dan JENG JENG….
    “ Emangnya cerita yang baik itu gimana? Yang menilai suatu karya kan pembaca, penulis cuma mengisahkan. Dan setiap pembaca pun punya cerita yang baik menurut versi mereka sendiri. Jadi gimana bisa kamu belum nulis udah tau cerita itu baik atau enggak? Belum ada yang bisa dinilai kan? Tulis apa yang kamu suka, kalau ada hal hal yang ngga kamu suka yang kamu temukan dalam membaca suatu karya, pastikan hal itu ngga muncul di tulisan kamu. Saat menulis, visualisasikan  seolah olah adegan yang kamu buat ada didepan mata kamu, jangan cuma membayangkan. Mulai dari kisah sederhana, sampai kisah paling klise sekalipun. Semoga membantu”   
    Aku menatap layar ponsel tanpa kedip.. Hei hei, itu tadi si Mawar ngatain diawal ngga sih? Diriku terluka looo. Tapi kebawahnya bikin otak seakan disinari lampu pangeran Inggris yang tahan limabelas tahun.. gilaaaaa… Siap perang diriku Makk!!!!!!

    icon allbkg

    Tagged with:

    Next
    Posting Lebih Baru
    Previous
    Posting Lama

    Tidak ada komentar:

    Leave a Reply

Comments

The Visitors says